07 Mei, 2011

Demokrasi penuh kepalsuan...


Berbicara negara dan kekuasaan, yang menjadi perhatian pertama saya adalah kata "Presiden". Bagaimana seorang rakyat bisa menjadi presiden?. Menurut Undang-undang 1945, (singkatnya) syarat menjadi seorang Presiden dan wakil presiden adalah dicalonkan oleh partai atau gabungan partai politik. Jelas sudah, bagi kita semua yang tidak didukung oleh partai, "tidak akan bisa menjadi presiden!"


Katanya konsep "demokrasi" itu kan :  
-dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat

Di Indonesia, "demokrasi" itu : 
-dari partai?, oleh rakyat, untuk penguasa?.- 


Artinya:
*para penguasa negeri ini berasal "dari partai" lalu dipilih rakyat, dan pekerjaan mereka mengambil hak rakyat (korupsi)
*sebagai akibatnya, berbagai macam kesulitan sangat dirasakan "oleh rakyat" (dalam segala bidang): "masyarakat hidup susah"
*sementara disaat negara memiliki keuntungan, itu hanya "untuk penguasa" (pejabat&pengusaha) saja. Masyarakat tidak pernah kebagian.

Kata "dari rakyat" dalam konsep demokrasi diartikan secara salah di negeri ini : yaitu "disaat rakyat masuk ke dalam bilik suara lalu mencoblos/mencontreng orang-orang yang -katanya- akan mewakili rakyat (baik di dpd, dpr, ataupun presiden). Ironisnya, wakil2 rakyat itu tidak secara langsung ditentukan oleh rakyat (dari -aspirasi- rakyat) melainkan -lagi-lagi- ditentukan dari kebijakan  partai dan orang kaya semacam pengusaha". Nantinya, uang para pengusaha inilah yang digunakan untuk membeli suara rakyat. Rakyat pun menerima saja, bukan karena mereka percaya terhadap si wakil dan partainya! melainkan karena himpitan ekonomi yang mendera.

Partai menentukan orangnya (calon pejabat) > Pengusaha yang membelinya (suara rakyat).  Jelas sudah keuntungan dan kekayaan di negeri ini > hanya bagi para "pejabat dan pengusaha" mereka itu yang dinamakan "para penguasa" negeri. Padahal semestinya Rakyatlah "penguasa negeri" yang sesungguhnya. Demokrasi di negeri ini sungguh palsu!!! Ya, *Demokrasi penuh kepalsuan... 

Ihsan Ahmad Barokah
Pegiat Pendidikan Alternatif Masyarakat